Vaksin HPV

Meskipun kanker serviks masih menjadi hal yang menakutkan bagi wanita, namun adanya vaksin HPV membuat para wanita menjadi sedikit lebih tenang. Lalu, apa sebenarnya vaksin HPV itu dan apa saja keuntungannya? Kita bahas sama-sama, yuk!

Apa itu vaksin HPV?

Kanker serviks tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Menurut data statistik, jumlah wanita Indonesia yang terkena kanker serviks pada tahun 2020 sebesar 36,633 atau sekitar 9,2%. Namun, kamu tidak perlu khawatir lagi karena saat ini, kanker serviks dapat dicegah dengan menggunakan vaksin Human papillomavirus (HPV). Lalu sebenarnya, apa vaksin HPV itu?

Vaksin HPV berperan dalam mencegah infeksi yang disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV). Virus ini merupakan penyebab utama kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya, seperti kanker vagina, vulva, anus, dan orofaring. Untuk kamu yang belum memahami apa itu HPV? Yuk, kenalan dengan virus satu ini! 

Ada lebih dari 100 jenis HPV, tetapi hanya beberapa tipe yang berisiko tinggi menyebabkan kanker. Sebanyak 70% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV tipe 16 dan 18. Namun beberapa HPV tipe lain juga dapat menyebabkan kanker serviks.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), salah satu cara mencegah infeksi virus HPV dan cara mencegah kanker serviks, vaksin HPV sangat dibutuhkan. Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem imun untuk mengenali dan melawan virus sebelum terjadi infeksi.

Jenis Vaksin HPV yang Ada di Indonesia

Vaksin HPV mampu memberikan perlindungan yang aman, efektif, dan tahan lama terhadap infeksi Human papillomavirus (HPV). Ada beberapa jenis vaksin HPV di Indonesia yang bisa kamu gunakan, yaitu: 

  1. Vaksin HPV Gardasil 4

Jenis vaksin HPV yang pertama adalah Gardasil 4. Mengutip dari National Cancer Institute, dikatakan bahwa vaksin HPV Gardasil 4 dapat melindungi dari empat tipe HPV, yaitu 6, 11, 16, dan 18. Tipe 6 dan 11 menyebabkan kutil kelamin, sedangkan tipe 16 dan 18 berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. Gardasil 4 bekerja optimal jika diberikan sebelum individu terpapar HPV, yaitu sebelum aktif secara seksual. Vaksin ini disarankan untuk diberikan kepada anak perempuan dan laki-laki berusia 11–12 tahun. Namun, vaksin tetap dapat diberikan hingga usia 26 tahun. Gardasil 4 biasanya diberikan dalam dua atau tiga dosis, tergantung pada usia penerima vaksin.

  1. Vaksin HPV Gardasil 9

Jenis vaksin HPV yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Gardasil 9 Melindungi dari sembilan tipe HPV, yaitu 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58. Vaksin ini memberikan perlindungan lebih luas terhadap risiko kanker. Dalam jurnal yang dipublikasikan oleh FDA, Gardasil 9 menjadi pilihan vaksin yang menawarkan perlindungan paling luas dibandingkan vaksin pendahulunya, seperti Gardasil 4. Vaksin ini direkomendasikan untuk anak perempuan dan laki-laki mulai usia 9 hingga 26 tahun. Vaksin ini bekerja optimal ketika diberikan sebelum individu terpapar HPV melalui aktivitas seksual. Meskipun vaksin ini tidak mengobati infeksi yang sudah ada, pemberian vaksin dapat membantu mencegah infeksi baru dan komplikasi serius terkait HPV di masa depan.

  1. Vaksin HPV Cervarix

Vaksin HPV Cervarix merupakan salah satu jenis vaksin HPV yang ada di Indonesia. Vaksin ini melindungi dari dua tipe HPV, yaitu 16 dan 18. Cervarix bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap HPV tipe 16 dan 18. Vaksin ini paling efektif jika diberikan sebelum individu terpapar HPV, yaitu sebelum aktif secara seksual. WHO dalam artikelnya mengatakan bahwa anak perempuan usia 9–14 tahun direkomendasikan untuk menerima vaksin ini, tetapi vaksinasi juga bisa diberikan hingga usia 25 tahun.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin HPV

Vaksin HPV merupakan langkah penting dalam pencegahan infeksi virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, dan beberapa jenis kanker lainnya. Pemberian vaksin ini disarankan untuk anak-anak dan remaja guna memberikan perlindungan yang lebih baik sebelum terpapar virus. Berikut adalah jadwal dan dosis pemberian vaksin HPV yang disesuaikan dengan usia dan jenis vaksin yang digunakan:

Cara Pemberian Vaksin HPV

Vaksin HPV diberikan melalui injeksi (suntikan) ke otot lengan atas atau paha. Penyuntikan dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih di fasilitas kesehatan yang telah terstandarisasi, seperti:

Sebelum mendapatkan vaksin, pastikan tubuh dalam keadaan sehat. Jika kamu memiliki riwayat alergi atau penyakit tertentu, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dengan demikian, pemberian vaksin dapat dilakukan dengan aman dan sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Apakah Tes HPV DNA Diperlukan Sebelum Vaksin HPV?

Menurut panduan ACOG, tes HPV DNA sebelum vaksinasi HPV tidak direkomendasikan kecuali pengujian HPV merupakan bagian dari rutinitas yang ditetapkan untuk skrining kanker serviks. Menurut jurnal Vaccine, alasannya didasarkan pada frekuensi yang sangat rendah dari wanita yang pada saat vaksinasi, akan menunjukkan gejala infeksi sebelumnya/saat ini terhadap jenis HPV yang termasuk dalam vaksin. 

Idealnya, kamu harus mendapatkan vaksin sebelum sempat terpapar virus. Namun, meskipun telah terinfeksi satu jenis virus, vaksin tersebut tetap dapat melindungi dari jenis virus lain.

Untuk kamu yang masih bingung melakukan tes HPV DNA di mana, Naleya Genomics menawarkan tes HPV DNA mandiri yang dapat menjaga privasi kamu sebagai seorang wanita dengan NALEYA HPV.

NALEYA HPV dapat dilakukan di tempat yang membuat kamu nyaman untuk mengambil sampel dan kamu dapat mengambil sampelnya sendiri tanpa harus malu dan tanpa bingung. NALEYA HPV adalah tes HPV DNA yang aman, mudah, dan nyaman untuk semua perempuan.Yuk ketahui status kesehatan reproduksi kamu sekarang dengan NALEYA HPV. Karena, lebih dini, lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *