
Salah satu cara untuk memastikan kehamilan berjalan lancar adalah dengan rutin melakukan tes laboratorium sesuai anjuran dokter. Tes-tes ini dirancang untuk memantau kesehatan kamu dan perkembangan si kecil di dalam kandungan. Jadi, yuk kita bahas apa saja jenis-jenis tes laboratorium yang penting untuk ibu hamil di tiap trimester kehamilan!
Pemeriksaan Ibu Hamil di Trimester Pertama
Trimester pertama adalah fase awal perjalanan kehamilan, dimulai dari minggu pertama hingga minggu ke-12. Pada tahap ini, tubuh kamu mulai beradaptasi dengan kehamilan, dan pemeriksaan ibu hamil di trimester pertama sangat penting untuk memastikan kesehatan kamu dan janin.
Yuk, kita bahas apa saja pemeriksaan yang perlu dilakukan pada periode ini!
- Tes Darah Lengkap
Tes Darah Lengkap adalah salah satu pemeriksaan ibu hamil yang sangat penting. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) guna mendeteksi anemia, jumlah leukosit untuk melihat adanya infeksi, serta trombosit yang berkaitan dengan pembekuan darah. Selain itu, pemeriksaan ibu hamil ini juga dapat mendeteksi golongan darah dan rhesus kamu.
Menurut artikel dari American Pregnancy Association, pemeriksaan darah pada ibu hamil juga dapat digunakan untuk memantau kadar gula darah (untuk mendeteksi diabetes gestasional) dan fungsi tiroid, yang berperan penting dalam mendukung perkembangan janin.
- Tes TORCH
Tes ini termasuk salah satu jenis-jenis tes laboratorium ibu hamil yang bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap infeksi TORCH. TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex. Infeksi-infeksi ini bisa berdampak buruk pada janin, seperti keguguran, cacat lahir, atau gangguan perkembangan. Menurut penelitian, infeksi TORCH bisa dicegah dan dikendalikan dengan deteksi dini melalui tes laboratorium dan vaksinasi, seperti vaksin Rubella sebelum hamil.
- Pemeriksaan Gula Darah Puasa
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi risiko diabetes gestasional sejak dini. Diabetes gestasional adalah kondisi yang dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik. Jika gula darah tidak terkontrol, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan janin, seperti bayi lahir dengan berat badan berlebih (macrosomia) atau mengalami gangguan metabolik setelah lahir.
- Urinalisis
Pemeriksaan urine atau urinalisis adalah salah satu jenis-jenis tes laboratorium ibu hamil yang bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan bayi. Tes ini dapat mendeteksi adanya infeksi saluran kemih (ISK), yang sering terjadi selama kehamilan dan jika tidak diobati dapat memicu komplikasi. Selain itu, urinalisis juga digunakan untuk mengetahui adanya proteinuria, yang bisa menjadi tanda awal preeklampsia, serta kadar glukosa berlebih dalam urine, yang dapat mengindikasikan risiko diabetes gestasional.
- Skrining Penyakit Menular Seksual (PMS)
Skrining untuk penyakit menular seksual (PMS) adalah bagian penting dari pemeriksaan ibu hamil, terutama untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis B. Penyakit-penyakit ini bisa ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau persalinan, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengelola risiko penularan.
- Tes NIPT
Tes NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) adalah tes darah untuk mengetahui risiko kelainan genetik pada janin. Tes NIPT dapat dilakukan pada kehamilan trimester pertama di usia 10 minggu. Tes NIPT ini sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan sang buah hati.
Naleya Genomics menghadirkan tes NIPT dengan NIFTY untuk semua wanita hamil mulai minggu ke-10 kehamilan untuk memberikan ketenangan pikiran dan menginformasikan risiko kelainan genetik pada janin yang sedang dikandung. NIFTY adalah tes NIPT yang cepat, aman, dan terlengkap.
Pemeriksaan Ibu Hamil di Trimester Kedua

Trimester kedua adalah fase di mana kehamilan kamu mulai terasa lebih stabil. Fase ini berlangsung dari minggu ke-13 hingga minggu ke-26. Selain itu, trimester kedua sering disebut sebagai “golden period” karena gejala awal kehamilan, seperti mual dan kelelahan, biasanya mulai mereda. Tapi, jangan lupa, pemeriksaan ibu hamil di trimester kedua tetap penting untuk memantau perkembangan janin yang semakin pesat. Berikut ini tes-tes yang perlu kamu lakukan!
- Tes Triple atau Quadruple Marker
Tes triple atau quadruple marker merupakan salah satu jenis-jenis tes laboratorium ibu hamil yang bertujuan untuk mendeteksi risiko kelainan kromosom, seperti Down syndrome, trisomi 18, dan neural tube defect. Tes dilakukan melalui pengambilan sampel darah ibu untuk mengukur kadar beberapa zat dalam darah, seperti alfa-fetoprotein (AFP), human chorionic gonadotropin (hCG), estriol, dan inhibin-A (pada tes quadruple marker). Hasil tes ini tidak memberikan diagnosis pasti, tetapi menunjukkan tingkat risiko adanya kelainan genetik atau gangguan perkembangan pada janin.
- Tes Gula Darah (OGTT)
Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) dilakukan untuk mendiagnosis diabetes gestasional. Tes ini membantu menentukan apakah tubuh kamu mampu mengatur kadar gula dengan baik selama kehamilan. Diabetes gestasional yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko komplikasi, seperti bayi lahir dengan berat badan berlebih, persalinan prematur, atau masalah kesehatan pada bayi setelah lahir.
- Ultrasonografi (USG) Anomali
Meskipun bukan tes laboratorium, USG Anomali adalah salah satu pemeriksaan ibu hamil yang sangat penting untuk mengevaluasi perkembangan organ tubuh janin dan mendeteksi kelainan struktural. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu, yaitu pada trimester kedua, untuk memastikan bahwa janin berkembang dengan normal. USG anomali akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi janin, termasuk perkembangan otak, jantung, ginjal, dan anggota tubuh lainnya.
- Tes Darah untuk Anemia
Pada trimester kedua, pemeriksaan ibu hamil yang sangat penting adalah tes darah untuk mendeteksi anemia, yang sering terjadi selama kehamilan. Selama trimester ini, tubuh kamu membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhan janin dan produksi darah. Oleh karena itu, tes darah untuk mengukur kadar hemoglobin sangat krusial untuk memeriksa apakah kamu mengalami anemia atau kekurangan zat besi.
- Tes Antibodi Rhesus
Tes antibodi rhesus dilakukan untuk memeriksa apakah ada antibodi yang terbentuk dalam darah ibu, yang dapat menyebabkan hemolytic disease of the newborn (penyakit hemolitik pada bayi), di mana sel darah merah janin dihancurkan. Jika tes menunjukkan adanya antibodi, dokter akan merencanakan perawatan lebih lanjut untuk mencegah kerusakan pada bayi.
Pemeriksaan Ibu Hamil di Trimester Ketiga
Trimester ketiga adalah fase terakhir dalam perjalanan kehamilan yang dimulai dari minggu ke-27 hingga waktu persalinan. Pada tahap ini, janin sudah berkembang cukup besar, dan tubuh kamu mempersiapkan diri untuk persalinan. Pemeriksaan ibu hamil di trimester ketiga sangat penting untuk memastikan bahwa kamu dan bayi siap menghadapi persalinan dengan kondisi yang optimal.
Berikut jenis-jenis tes laboratorium trimester ketiga yang perlu kamu lakukan!
- Tes Kultur Streptokokus Grup B (GBS)
Tes ini dilakukan pada usia kehamilan 35-37 minggu untuk mendeteksi keberadaan bakteri Group B Streptococcus (GBS) di area vagina atau rektum. GBS adalah bakteri yang bisa ditemukan secara alami di tubuh ibu hamil tanpa menyebabkan masalah, tetapi jika ditularkan ke bayi saat persalinan, bisa menyebabkan infeksi serius, seperti pneumonia atau sepsis pada bayi baru lahir. Jika hasil tes GBS positif, kamu akan diberikan antibiotik selama persalinan untuk mencegah penularan bakteri kepada bayi.
- Tes Coombs
Bagi ibu yang memiliki rhesus negatif, pemeriksaan ibu hamil ini sangat penting untuk memeriksa keberadaan antibodi yang dapat menyerang sel darah janin. Tes Coombs dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam darah ibu akibat inkompatibilitas rhesus antara ibu dan janin.
- Tes Fungsi Hati dan Ginjal
Pemeriksaan ibu hamil ini sangat penting, terutama jika ada tanda-tanda preeklamsia, seperti tekanan darah tinggi, proteinuria (keberadaan protein dalam urine), atau pembengkakan ekstrem pada kaki dan tangan. Tes fungsi hati dan ginjal dilakukan untuk memantau kesehatan organ vital ini selama kehamilan dan mendeteksi tanda-tanda kerusakan atau gangguan yang bisa membahayakan ibu dan janin.
- Tes Profil Biofisik Janin
Tes ini adalah bagian dari pemeriksaan ibu hamil yang dilakukan untuk memantau kesejahteraan janin, termasuk pergerakan janin, denyut jantung, dan volume cairan ketuban. Pemeriksaan ini biasanya melibatkan kombinasi antara USG (Ultrasonografi) dan CTG (Cardiotocography), yang memungkinkan dokter untuk menilai respon janin terhadap rangsangan dan memeriksa apakah ada tanda-tanda stres atau masalah dalam perkembangan janin. Profil biofisik janin memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi janin, seperti pergerakan tubuh, pernapasan, dan tonus otot.
- Tes Pembekuan Darah
Tes ini adalah bagian penting dari pemeriksaan ibu hamil yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan pembekuan darah, seperti trombofilia, yang bisa mempengaruhi proses persalinan. Tes pembekuan darah meliputi berbagai tes, seperti tes kadar faktor pembekuan darah, waktu protrombin (PT), dan waktu tromboplastin parsial teraktivasi (aPTT).