Fakta Vaksin Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang ditakuti oleh wanita selain kanker payudara. Meskipun menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita, namun kabar baiknya kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi, loh!

Cara Kerja Vaksin Kanker Serviks

Menurut data WHO, tercatat ada 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian akibat kanker serviks pada tahun 2022. Kanker serviks disebabkan oleh adanya infeksi Human papillomavirus (HPV), virus yang dapat menular melalui kontak seksual. Infeksi HPV jenis tertentu dapat menyebabkan perubahan sel di leher rahim yang berisiko berkembang menjadi kanker serviks jika tidak terdeteksi dan diobati dengan tepat. 

Faktanya, perkembangan virus HPV dapat dicegah, beberapa cara mencegahnya adalah dengan skrining rutin, melakukan vaksinasi kanker serviks, dan 11 cara efektif mencegah kanker serviks lainnya yang perlu kamu ketahui.

Vaksin kanker serviks dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi Human papillomavirus (HPV). Vaksin ini bekerja dengan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan HPV sebelum virus tersebut menyebabkan infeksi yang berpotensi menjadi kanker.

Vaksin HPV umumnya menargetkan tipe HPV yang berisiko tinggi, seperti HPV tipe 16 dan 18, yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus kanker serviks. Beberapa vaksin juga melindungi terhadap tipe HPV lain yang menyebabkan kutil kelamin. Perlindungan ini mampu menurunkan risiko berkembangnya kanker serviks secara drastis.

Dikutip dari Mayo Clinic, vaksin HPV tidak hanya melindungi dari kanker serviks, tetapi juga dari kanker vagina, vulva, penis, anus, serta kanker mulut, tenggorokan, kepala, dan leher yang disebabkan oleh HPV. Dengan vaksin ini, tubuh dapat membangun kekebalan terhadap beberapa jenis HPV sehingga memudahkan tubuh untuk melawan infeksi jika terpapar di kemudian hari.

Kapan Harus Mendapatkan Vaksin Kanker Serviks?

Vaksin HPV telah mendapat banyak persetujuan dari berbagai lembaga di luar negeri seperti Food and Drug Administration (FDA) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa vaksin gardasil 9 atau vaksin HPV dan dapat diberikan kepada orang berusia 9 tahun ke atas dan dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain. Sedangkan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) vaksin HPV sebaiknya diberikan pada usia 11 atau 12 tahun, sebelum seseorang mulai aktif secara seksual, karena vaksin ini paling efektif untuk mencegah infeksi HPV baru.

Berikut panduan lengkap agar kamu tahu kapan harus mendapatkan vaksin kanker serviks!

  1. Anak Perempuan dan Laki-laki (Usia 9-14 Tahun)

Idealnya, vaksin HPV diberikan pada usia 9 hingga 14 tahun. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh lebih responsif terhadap vaksin, dan vaksin HPV lebih efektif jika diberikan sebelum terpapar virus HPV. Selain itu, pada usia ini, anak-anak belum aktif secara seksual, sehingga risiko infeksi HPV lebih rendah. Untuk kelompok usia ini, vaksin HPV biasanya diberikan dalam dua dosis, dengan interval sekitar 6 hingga 12 bulan.

  1. Remaja dan Dewasa Muda (Usia 15-26 Tahun)

Jika kamu belum mendapatkan vaksin HPV pada usia remaja, vaksin masih bisa diberikan hingga usia 26 tahun. Pada usia ini, vaksin masih efektif dan dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker. Pada usia ini, vaksinasi diberikan dalam tiga dosis, yang masing-masing diberikan dengan interval tertentu.

  1. Usia 27-45 Tahun

Pada usia 27 hingga 45 tahun, vaksin HPV masih bisa diberikan, namun sebaiknya setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Vaksinasi pada usia ini umumnya dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar HPV, seperti yang memiliki banyak pasangan seksual, yang memiliki riwayat penyakit menular seksual, atau yang terinfeksi HIV. Vaksinasi pada usia ini mungkin tidak memberikan perlindungan sebanyak pada usia lebih muda, tetapi tetap bisa membantu mengurangi risiko infeksi HPV.

Apakah Vaksinasi Cukup Mencegah Kanker Serviks?

Kamu mungkin bertanya-tanya apakah vaksin saja cukup untuk mencegah kanker serviks? Jawabannya adalah tidak cukup. Vaksin HPV memang sangat efektif dalam melindungi tubuh dari infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Namun, vaksinasi saja belum bisa sepenuhnya mencegah kanker serviks. Deteksi dini lewat skrining rutin, seperti Pap smear dan tes HPV DNA, tetap dibutuhkan untuk memantau kesehatan serviks dan menangkap potensi masalah sejak dini.

Pap smear berfungsi untuk mendeteksi sel-sel abnormal di leher rahim yang bisa berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani dengan cepat. Sementara itu, tes HPV DNA berguna untuk menemukan infeksi HPV berisiko tinggi yang mungkin menyebabkan perubahan sel berbahaya di serviks.

Yuk ketahui lebih lanjut perbedaan tes pap smear dan tes hpv dna untuk deteksi kanker serviks!

Kombinasi antara pemberian vaksin HPV dan skrining rutin adalah pendekatan terbaik untuk mencegah kanker serviks. Vaksin membantu melindungi dari infeksi, sedangkan skrining membantu mendeteksi perubahan sel lebih awal sebelum menjadi kanker.

Jadi, selain melakukan vaksinasi HPV yang dikombinasikan dengan skrining dini kanker serviks dengan pap smear atau tes HPV DNA adalah langkah yang tepat untuk diambil demi kesehatan reproduksi kamu.

Jika kamu masih bingung di mana melakukan tes HPV DNA yang nyaman, Naleya Genomics menghadirkan NALEYA HPV. Yaitu tes HPV DNA yang akurat, aman, nyaman, dan menjaga privasi kamu sebagai wanita. Tidak perlu malu dan ribet lagi, kamu bisa melakukan tes HPV DNA secara mandiri di mana pun dan kapan pun senyamannya kamu!

Dengan teknologi canggih yang digunakan, NALEYA HPV menjadi tes DNA HPV yang akurat mendeteksi 18 tipe HPV risiko tinggi dengan pengambilan sampel yang dapat dilakukan secara mandiri. Yuk peduli kesehatan reproduksi kamu dengan NALEYA HPV!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *