7 Penyebab Keguguran Berulang

Kamu pernah dengar tentang keguguran berulang? Kondisi ini bisa jadi bikin banyak pertanyaan muncul, terutama soal apa penyebabnya. Yuk, cari tahu lebih dalam!

Apa Itu Keguguran Berulang?

Keguguran berulang adalah kondisi di mana seorang wanita mengalami keguguran sebanyak dua kali atau lebih secara berturut-turut. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah Recurrent Pregnancy Loss (RPL). Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran berulang terjadi pada sekitar 1-2% pasangan yang mencoba untuk hamil.

Keguguran sendiri didefinisikan sebagai hilangnya kehamilan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Meskipun satu kali keguguran cukup umum terjadi, keguguran yang terjadi berulang kali bisa menjadi tanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Faktor Penyebab Keguguran Berulang

Keguguran berulang bisa menjadi pengalaman yang berat dan membingungkan. Kondisi ini sering kali dipicu oleh berbagai faktor medis maupun gaya hidup yang jarang disadari. Untuk membantu kamu lebih memahami, berikut adalah beberapa faktor penyebabnya yang perlu diwaspadai!

  1. Kelainan Genetik

Menurut studi, faktor penyebab keguguran berulang yang pertama adalah sekitar 50-60% keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom pada janin. Kelainan ini sering kali terjadi secara acak selama pembentukan embrio, tetapi dalam beberapa kasus, kelainan kromosom bisa diwariskan dari salah satu atau kedua orang tua. Oleh karena itu tes genetik pra-nikah pada pasangan yang mengalami keguguran berulang dapat membantu menemukan penyebab genetik ini.

Selain itu, sangat disarankan untuk melakukan tes kehamilan yang penting bagi ibu hamil trimester pertama. Salah satunya adalah tes NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) untuk menilai risiko apakah janin yang dikandung memiliki kelainan genetik, seperti Down syndrome atau kelainan lainnya.

Naleya Genomics menghadirkan tes NIPT dengan NIFTY yang aman, mudah, akurat, dan terpercaya mulai dari minggu ke-10 kehamilan. Tes NIFTY sudah dilakukan oleh lebih dari 16 juta ibu hamil di seluruh dunia dan bisa mengetahui risiko lebih dari 100 kelainan genetik yang bisa terjadi pada janin.

  1. Kelainan Anatomi Rahim

Masalah pada bentuk atau struktur rahim juga bisa menyebabkan keguguran berulang. Kelainan seperti septum uterus (dinding di dalam rahim) atau fibroid (tumor jinak di rahim) dapat mengganggu implantasi embrio atau menghambat pertumbuhan janin. Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 10-15% wanita dengan keguguran berulang memiliki kelainan anatomi rahim.

  1. Gangguan Hormonal

Faktor penyebab keguguran berulang selanjutnya adalah karena adanya gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau ketidakseimbangan hormon progesteron bisa menyebabkan masalah pada implantasi embrio dan mempertahankan kehamilan. Hormon progesteron sangat penting untuk mendukung kehamilan di awal trimester pertama. 

  1. Masalah Imunologi

Sistem imun yang berlebihan atau tidak berfungsi dengan baik bisa menyerang jaringan embrio yang sedang berkembang. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom Antiphospholipid syndrome (APS) dan berhubungan dengan pembentukan bekuan darah yang menghambat aliran darah ke janin. 

  1. Infeksi

Infeksi tertentu seperti Listeria monocytogenes, Toxoplasma gondii, dan infeksi saluran genital lainnya bisa meningkatkan risiko keguguran. Namun, infeksi jarang menjadi penyebab utama keguguran berulang.

  1. Faktor Gaya Hidup

Merokok, mengonsumsi alkohol, obesitas, dan terpapar bahan kimia berbahaya dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran berulang. Selain itu, stres yang tinggi juga diduga berkontribusi terhadap masalah ini meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.

Baca juga: 10 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

  1. Faktor Usia

Usia ibu juga memainkan peran penting dalam risiko keguguran berulang. Wanita di atas usia 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran karena kualitas sel telur yang menurun. Menurut The Lancet, risiko keguguran meningkat dari 10-15% pada wanita di bawah 35 tahun menjadi lebih dari 50% pada usia 40 tahun.

Pemeriksaan Keguguran Berulang

Jika kamu mengalami keguguran berulang, penting untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis guna mengetahui penyebabnya. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan keguguran berulang yang dapat dilakukan:

  1. Pemeriksaan Genetik
  1. Evaluasi Rahim
  1. Tes Hormon
  1. Tes Imunologi

Pemeriksaan Antiphospholipid syndrome (APS): Melalui tes darah untuk mendeteksi antibodi yang dapat mempengaruhi kehamilan.

  1. Tes Infeksi

Tes Kultur dan PCR: Memeriksa adanya infeksi yang dapat mempengaruhi kehamilan.

  1. Tes Gaya Hidup

Konseling terkait pola makan, kebiasaan olahraga, dan manajemen stres untuk mendukung kesehatan kehamilan.

Jika kamu mengalami keguguran berulang, konsultasikan dengan dokter kandungan atau spesialis fertilitas untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *