Ibu Hamil yang Perlu Melakukan Tes NIPT

Jika kamu sedang hamil, NIPT direkomendasikan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama kehamilan, loh! Terdapat beberapa kategori ibu hamil yang sangat direkomendasikan untuk melakukan NIPT. Meskipun begitu, semua ibu hamil boleh dan dianjurkan untuk melakukan tes NIPT.

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Tes NIPT?

Apakah kamu pernah mendengar tentang Non Invasive Prenatal Testing atau NIPT? NIPT adalah metode pemeriksaan berupa tes darah ibu yang digunakan untuk mendeteksi risiko kelainan genetik pada janin, seperti Down syndrome sejak awal kehamilan. Tes ini menganalisis kandungan kecil DNA bebas sel (cell free DNA/cfDNA) yang beredar di darah ibu, yang berasal dari plasenta. Karena DNA plasenta biasanya identik dengan DNA janin, NIPT bisa memberikan informasi penting mengenai kondisi kromosom janin tanpa perlu melakukan prosedur invasif yang berisiko bagi janin. 

Menurut National Library of Medicine, NIPT pertama kali ditemukan pada tahun 1988 dan dianggap efektif dalam mendeteksi aneuploidi umum seperti Patau syndrome (T13), Edward syndrome (T18), dan Down syndrome (T21). Dengan menggunakan teknologi canggih di laboratorium, tes ini semakin populer karena dianggap lebih aman dan berisiko rendah. Metode ini semakin banyak digunakan sebagai bagian dari skrining prenatal di berbagai negara untuk memberikan prediksi lebih akurat tentang kelainan genetik pada janin dan membantu pengambilan keputusan selama kehamilan. Baca lebih lanjut seberapa akurat tes NIPT?

Lalu, siapa yang perlu melakukan tes NIPT? Berikut penjelasannya!

  1. Ibu Hamil dengan Usia 35 Tahun ke Atas

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa NIPT sangat direkomendasikan untuk ibu hamil dengan usia 35 tahun ke atas, karena di usia ini risiko melahirkan bayi dengan kondisi seperti Down syndrome (trisomi 21) cenderung lebih tinggi. Selain Down syndrome, NIPT juga bisa mendeteksi kelainan kromosom lain seperti trisomi 18 dan trisomi 13. Tes ini sangat membantu karena mampu memberikan informasi akurat sejak awal kehamilan tanpa perlu prosedur invasif.

  1. Riwayat Kehamilan dengan Kelainan Genetik

Jika kamu pernah mengalami kehamilan dengan kelainan genetik sebelumnya, seperti trisomi atau kelainan kromosom lainnya, melakukan NIPT pada kehamilan berikutnya bisa memberikan informasi lebih awal dan aman mengenai kondisi janin. Hal ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi kelainan genetik, sehingga keluarga bisa lebih siap untuk merencanakan langkah medis atau perawatan lanjutan yang diperlukan. Tes ini membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai risiko kelainan kromosom, tanpa harus melakukan prosedur invasif yang berisiko. Ini menjadi pilihan penting bagi ibu yang memiliki riwayat kelainan genetik dalam kehamilan sebelumnya.

  1. Hasil Tes Prenatal yang Menunjukkan Risiko

Jika hasil tes skrining awal, seperti tes darah atau USG, menunjukkan adanya risiko kelainan, NIPT sering kali digunakan sebagai tes lanjutan untuk memberikan informasi lebih akurat. Tes ini menjadi pilihan karena lebih tepat dan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan tes risiko tinggi seperti amniosentesis dan CVS (pemeriksaan vilus korion). Dengan menggunakan NIPT, ibu hamil bisa mendapatkan hasil yang lebih jelas tentang kondisi janin tanpa harus melalui prosedur yang berisiko.

  1. Ibu dengan Gangguan Medis yang Meningkatkan Risiko Tes Invasif

Bagi ibu yang memiliki kondisi medis tertentu yang membuat tes invasif berisiko, seperti risiko keguguran yang tinggi atau infeksi yang bisa menular ke janin, NIPT menjadi pilihan yang lebih aman. Tes ini tidak invasif, sehingga tidak membahayakan ibu atau janin. Beberapa negara, seperti Slovenia, bahkan menawarkan NIPT secara publik untuk kasus-kasus seperti ini. Namun, di banyak negara lainnya, tes ini umumnya masih dilakukan secara privat.

  1. Ibu Hamil yang Ingin Mengetahui Kondisi Janin Lebih Cepat

Ibu hamil yang ingin mengetahui kondisi janin lebih cepat kini bisa memilih NIPT yang mulai ditawarkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Australia tanpa memperhatikan usia atau riwayat kehamilan. NIPT dapat memberikan hasil yang akurat sejak usia kehamilan 10 minggu, memungkinkan ibu hamil untuk mendapatkan informasi lebih awal mengenai kondisi kesehatan janin. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan lebih cepat, terutama terkait kelainan genetik yang mungkin ada pada janin.

NIPT Direkomendasikan Oleh Organisasi Dunia

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan penggunaan tes NIPT untuk semua ibu hamil, terlepas dari usia atau risiko kelainan kromosom. Tes ini memungkinkan deteksi kelainan kromosom sejak usia kehamilan 10 minggu, menggunakan sampel darah ibu untuk menganalisis DNA janin tanpa prosedur berisiko.

Selain ACOG, organisasi lain seperti Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG), American Pregnancy Association (APA), dan International Society for Prenatal Diagnosis (ISPD) juga mendukung NIPT sebagai bagian dari skrining prenatal rutin.

Naleya Genomics menawarkan tes NIPT dengan NIFTY yang merupakan pengujian yang aman, sederhana, dan akurat, yang menawarkan pemeriksaan untuk 100+ kondisi genetik kepada setiap wanita hamil mulai minggu ke-10 kehamilan.NIFTY merupakan tes NIPT yang terpercaya, sudah lebih dari 14,7 juta tes telah dilakukan di seluruh dunia. NIFTY juga menawarkan proteksi kesalahan tes hingga 800 juta rupiah. Yuk ambil langkah awal dengan NIFTY untuk ketahui kondisi janin kamu agar kualitas hidup si kecil terjamin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *